BP Paud Dikmas Sumbar Gelar Pemetaan Mutu Kepala Paud se Kabupaten Pasaman

 
Realitakini.com  -- Pasaman       
 Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP-PAUD DIKMAS) Sumatera Barat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI bekerjasama dengan Bidang Paudni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pasaman, menggelar kegiatan pemetaan mutu bagi kelembagaan PAUD di era New Normal,diikuti sebanyak 23 orang peserta yang terdiri dari Kepala Paud, dan operator Paud se- Pasaman di Aula Dinas Pendidikan Pasaman, Rabu (23/09/2020)

Ketua Tim Pemetaan Mutu UPT BP PAUD DIKMAS Sumbar Atos Indria saat dikonfirmasi Realitakini, Kamis 24 September 2020 mengatakan pemetaan mutu dilakukan dalam rangka pemenuhan delapan strandar Pendidikan untuk percepatan akreditasi serta penguatan kelembagaan dititik berat pada Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

 Atos Indria menambah , peningkatan mutu pendidikan merupakan sebuah komitmen Pemerintah Republik Indonesia yang diterapkan melalui berbagai peraturan perundangan terkait sistem pendidikan nasional.

"Salah satu kebijakan yang telah diambil adalah diterbitkannya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Pendidikan Nasional," katanya. 

Dijelaskannya, pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Lingkup standar nasional pendidikan termasuk standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Pengendalian dan sertifikasi pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi dan sertifikasi. 

"Pemetaan mutu sangat penting untuk mendapatkan akretasi, karna semua lembaga kedepan, sesuai dengan arahan pemerintah, lembaga penyelenggaraan itu harus memiliki kompetensi. Kompetensi baru dimiliki lembaga-lembaga yang terakretasi,” kata Atos Indria yang juga mantan Ketua PWI Pasaman itu.

Selanjutnya, harus ada kejelasan seperti, kurikulum, sarana prasarana, pengelolaan keuangan, kemudian efaluasi, tingkat perkembangan anak-anak di tingkat usia dini.

Dia menyampaikan bahwa program-program bantuan dari pusat untuk Paud sangat banyak. Namun persyaratan untuk mendapatkan bantuan harus melalui lembaga yang terakreditasi. “Makanya supaya terakreditasi dilakukan program pemetaan mutu ini untuk membina satuan PAUD supaya terakreditasi," tandasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pasaman melalui Kepala Bidang Paudni, Boy Chandra Lubis mengatakan, saat ini di Pasaman jumlah lembaga Paud di daerah itu mencapai 298 Paud. 298 Paud tersevut tersebar diseluruh kejorongan yang ada di daerah ini,tutupnya(Nurman).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama