Anggota DPRD Kabupaten Luwu Meminta Pemerintah Agar Tidak Mengurangi Jatah Pupuk Subsidi Untuk Petani Kabupaten Luwu

Ketua Komisi II DPRD Luwu
(Wahyu Napeng)


Realitakini.Com-sulsel,Wahyu Napeng,Ketua komisi II DPRD Luwu,Provinsi Sulawesi Selatan sebagai perwakilan suara rakyat,angkat bicara dan turut resah dengan terjadinya pengurangan jatah pupuk subsidi untuk petani dari pemerintah.


Komisi II DPRD Kabupaten Luwu yang membidangi sektor pertanian merasa terpanggil untuk menanggapi keluhan petani sawah terkait masalah pupuk bersubsidi.senin(25/01/2021).


Dengan adanya pengurangan jatah pupuk bersubsidi kepada petani sawah di kabupaten Luwu,Wahyu Napeng ketua komisi II DPRD Kabuten Luwu,merasa khawatir,produksi gabah tanaman padi akan menurun.


Padahal menurut Kepala Dinas pertanian Luwu,,Albaruddin A.Picunang,"produksi tanaman padi,terjadi peningkatan sebesar 4,11 persen,dari 389.056,32 ton tahun 2019 menjadi 405.055.58 ton."


Kelangkaan pupuk petani sawah karena adanya pengurangan jatah pupuk bersubsidi dari 200 kg pupuk urea atau 4 sak untuk 1hektare menjadi 50 kg atau 1 sak.


Wahyu Napeng menyikapi masalah ini dengan mempertanyakannya ke Dinas Pertanian Kabupaten Luwu dan Dinas pertanian provinsi Sulawesi Selatan.Dan Jawabannya bahwa 

pengurangan jatah pupuk bersubsidi berdasarkan data Litbang.


Jadi sebenarnya tidak ada kelangkaan pupuk,kerena stok di pengecer ada. Yang ada hanya pengurangan jatah pupuk subsidi.Tapi komisi II DPRD kabupaten Luwu yang membidangi sektor pertanian berjanji akan memperjuangkan agar petani sawah kembali mendapatkan jatah pupuk bersubsidi seperti sebelumnya.(Rdn)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama