Nyaris Ricuh Pendemo Dengan Petugas Dan Security Perusahaan Tambang

Aliansi Pemerhati Lingkar Tambang Bersam
Komunitas Pemuda Lioka Menolak PT.Wika Tbk.


RealitaKini.Com-Lutim,Aksi protes di lakukan oleh Aliansi Pemerhati Lingkar Tambang bersama Komunitas Pemuda Lioka,Saling dorong pun terjadi antara pendemo dan Petugas pengamanan yang melakukan aksi di pertigaan Enggano Towoti,Nuha Wasponda,Kabupaten Luwu Timur,Provinsi Sulawesi Selatan.Senin,01/2/2021


Terlihat pendemo menghalangi salah satu kendaraan  Perusahaan tambang sebagai bentuk protes kemudian pihak kepolisian bersama Security perusahaan berusaha meredam aksi massa.


Dalam aksinya pendemo menuntut kepada  PT Wika Tbk di usir dari Luwu Timur,Demikian pernyataan sikap masyarakat Luwu Timur dalam aksi demo yang di lakukan.


Ada 4 point yang menjadi tuntutan yang di sampaikan dalam Tuntutan aksi yang dilakukan oleh Komunitas Pemerhati Masyarakat Lingkar Tambang bersama Komunitas Pemuda Lioka.


Pertama, menolak Keras adanya perlakuan OUTSOURCING DALAM OUTSOURCING yang akan dilakukan oleh Vendor PT.Vale selaku pemenang tender atas proyek Canal DAM Larona Berdasarkan rencana tersebut kami selaku bagian daripada Masyarakat disekitar wilayah Penambangan PT Vale merasa bahwa PT Vale tidak lagi mengedepankan asas kesejahteraan Masyarakat.


khususnya tenaga kerja Lokal yang berada disekitar wilayah penambangannya dan memberikan kebebasan berusaha terhadap Vendornya dengan Pola nya sendiri walau tidak menguntungkan Masyarakat disekitar wilayah Penambangan PT Vale.


Olehnya atas dasar tersebut kami selaku Komunitas Pemerhati Masyarakat Lingkar Tambang dan Komunitas Pemuda Lioka bagian daripada masyarakat di wilayah Pemberdayaan PT Vale menolak atas rencana tersebut dan meminta PT Vale melakukan kontrol terhadap Vendor tersebut dan melakukan perbaikan dengan berkoordinasi dengan masyarakat sekitar wilayah pemberdayaan PT Vale Indonesia.


Dengan perlakuan tersebut tenaga kerja akan merasa dirugikan dengan Pola demikian yang tdk memihak terhadap kesejahteraan Tenaga Kerja Khususnya Masyarakat Lokal yg akan diberlakukan oleh pihak PT WiKa,PT Vale Indonesia selaku fungsi control bertanggung jawab atas perlakuanVendor nya yang tidak mengedepanka kearifan local dengan mengabaikan prinsip/komitmen PT Vale Indonesia atas Program CSR sebagai bentuk tanggung jawab Sosial untuk kesejahteraan khususnya di 4 wilayah pemberdayaannya.


Kedua, Proses Rekrutmen yang sedang dilaksanakan bersifat tidak secara transparan total oleh PT Wika selaku Vendor PT Vale, dan dengan syarat membabani Pelamar untuk mengeluarkan biaya yg cukup memberatkan pelamar kerja serta tidak mengedepankan kearifan Lokal di 4 wilayah pemberdayaan PT Vale Indonesia yang menganut asas berkeadilan secara merata.


Ketiga, PT WiKa telah melakukan dan membuka ruang kontraktor Sub dari Luar wilayah Luwu Timur dan tidak berpihak terhadap kemakmuran/kesejahteraan tenaga kerja Lokal.


Kempat,PT Vale selaku 0wner harus melakukan pengawasan ketat terhadap Vendor pemenang Tender Canal DAM Larona dalam proses pengelolaan managemen yang berkaitan dengan tenaga kerja dan tetap mengedepankan asas kesejahtraan masyarakat local diwilayah pemberdayaannya.(Rusdianto)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama