Sedikit Cerita Ojek Rampi di Kabupaten Luwu Utara,Prov.SulSel

 

Jalur Yang Harus Diterjang ke kecamatan Rampi


RealitaKini.Com-Luwu Utara,Rampi merupakan salah satu dari tiga kecamatan terpencil di Kabupaten Luwu Utara,Provinsi Sulawesi Selatan.2/2/2021

Rampi berada di dataran tinggi pegunungan Luwu Utara, tepat dperbatasan Sulsel dan Sulawesi Tengah

Enam desa di kecamatan dihuni kurang lebih 3.546 jumlah jiwa penduduk. Meski hanya berjarak 84 kilometer dari Masamba, Ibu Kota Luwu Utara, jalan ke Rampi ditempuh hingga dua hari menggunakan sepeda motor bebek modifikasi ala pendekar (jadinya kuda besih).

Akses yang berupa jalan setapak, tebing bebatuan, dan terowongan yg layaknya tidak bisah dilewati kendaraan roda dua (kuda besih) harus jadi pilihan. meski demikian, jadi tantangan untuk menyusuri pegunungan desa terpencil Rampi.

Diketahui seluru nusantara, sudah 70 puluan tahun Indonesia merdeka dan sampai hari masyarakat kecamatan terpencil ini (Rampi) belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan itu. Dalam hal ini seperti pemerataan  insfrasruktur jalan, pembangunan, pendidikan dan tenaga kesehatan

Ojek Jadi pilihan, sebab kami warga Rampi  butuh kebutuhan pokok, kalo hanya mengharapkan jasa pesawat cargo yang di subsidi pemda tidak akan bisa , sebab angkutan cargo itu terbatas tidak semua kebutuhan kami bisa di angkut melalui cargo, BBM seperti Solar, premium dan masih banyak lagi itu tidak bisah dikirim lewat cargo.ucap,yogi tukang ojek

Yang pernah mengunjungi kecamatan Rampi, baik itu dari luar Rampi, pastinya tahu keresahaan masyarakat dirampi .

Untuk menuju kecamatan Rampi dua pilihan, Bisa naik ojek, pesawat juga dan bahkan tidak jarang untuk warga rampi yg memilih jalan kaki akibat tidak bisa bayar tiket pesawat dan juga kadang tidak kebagian tiket, naik ojek jadi pilihan namun rasa was-was lebih tinggi 


Tiket pesawat menuju Rampi dengan biaya tiket 300 ribu, dan untuk tarif ojek lebih mahal dari pada tiket pesawat. itu artinya bisa dibayangin betapa mahalnya tarif ojek menuju Rampi.

Itulah salah satu sebab, mengapa warga rampi tidak jarang memilih jalan kaki hingga menumpuh waktu 2-3 hari perjalan. Ini hanya sebagin kecil keresahan warga Rampi khususnya bagi ojek rampi yg hampir tiap hari naik turun gunung melintasi Medan batu dan tebing


Rampi dengan ketinggian 1635 meter dari permukaan air laut dengan jarak 84 kilometer dengan pusat Pemerintahan Kabupaten Luwu Utara, Masamba. Untuk menuju ke lokasi ini hanya dapat dilalui dengan kendaraan ojek melintasi jalan lereng Gunung Baliase dan lain pula halnya untuk peswat


Tukang Ojek Rampi, bukan tukang ojek seperti biasa di tempat lain. Seperti Go-Jek ataupun ojek online, Profesi tukang ojek ini membutuhkan keahlian tersendiri dalam mengemudikan kendaraan . Selain itu dibutuhkan juga stamina dan kondisi motor yang prima ekstra Motor yang digunakan sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk jelajahi pegunungan (off the road). 

Sedangkan Gear depan dan belakang sudah tidak sesuai lagi standarnya, gear depan rata-rata menggunakan diameter 8-10 sementara belakang diameter 45-50 agar dapat mendaki gunung dan melintasi medan yang ekstrim  sepanjang lereng gunung yang terjal.(Rahim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama