9 Tersangka Kantor Bupati Asmat Di Amankan, Sertijab Sekda Papua Defenitif Dan TNI Siap Menjaga NKRI Di Papua



RealitaKini.Com-Papua,

1.Criminal News

Penyidik Satuan Reskrim Polres Asmat menetapkan 9 orang sebagai tersangka dalam kasus pengerusakan Kantor dan Kediaman Bupati Asmat.


‘’ 9 tersangka tersebut saat ini telah di tahan di Rutan Mapolres Asmat tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah, saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang,’’ jelas Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH, di Jayapura, Kamis (04/02/2021).


Pengrusakan kantor dan kediaman bupati Asmat terjadi Rabu (03/02/2021) usai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Asmat Elisa Kambu –Thomas Eppe Safanpo periode 2021-2024 di Gedung Negara Jayapura oleh Gubernur Papua Lukas Enembe.


Rusak Gedung Aula Ja Asamanam Ap Camar. Selanjutnya Massa berlari menuju Kantor KPU Kabupaten Asmat kemudian melakukan Pengerusakan dan juga melakukan pengerusakan terhadap kediaman Bupati Asmat,’’ terang Kombes Kamal.


2.Pemda Papua News

Sertijab Sekda Papua defenitif dari Penjabat Sekda Papua Doren Wakerkwa, SH ke  Sekda Papua definitif  Dance Yulian Flassy, SE, MSi, direncanakan digelar di Jayapura, 15 Maret 2021 mendatang.


Demikian disampaikan Dance Yulian Flassy, usai bertemu Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP, MH dan  Penjabat Sekda Papua Doren Wakerkwa di Gedung Negara, Dok V Atas, Jayapura,  Jumat (05/03/2021).


Diketahui, Dance Yulian Flassy dilantik Mendagri  Tito Karnavian menjadi Sekda Provinsi Papua pada  1 Maret 2021 di Ruang Sidang Utama (RSU) Gedung A Lantai III Kemendagri, Jakarta.


Pelantikan Sekda Papua berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 159/TPA Tahun 2020 tentang Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papua.


3.Militer News

TNI sebagai alat pertahanan negara dalam menghadapi separatis tidak hanya dapat menggunakan UU TNI namun juga dapat menggunakan UU Terorisme, karena kelompok separatis tidak hanya menyasar personel TNI dan Polri saja namun juga rakyat sipil dan sarana publik lainnya.


Pakar Hukum Profesor Hikmanto Huwana S.H, LL,M, Ph.D mengemukakan, dalam mempertahankan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah, tindakan tegas TNI terhadap separatis Papua telah sesuai dan didukung peraturan dan undang-undang, sehingga tidak perlu ragu untuk bertindak di lapangan.


Hal ini disampaikannya saat menjadi  Keynote Speakers dalam webinar bertajuk ‘Peran Militer Mengatasi Gerakan Separatis Bersenjata dalam Konflik Bersenjata Internal Menurut Hukum Humaniter’ berlangsung di Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Jakarta Timur, Kamis,04/3/2021.(Bahrun)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama