MEWASPADAI VARIAN CORONA INGGRIS YANG SUDAH MASUK INDONESIA



RealitaKini.Com-SulSel,

WNI asal Karawang,Provisi Jawa Barat ini diketahui tiba di Indonesia pada akhir Januari lalu. Namun, mengapa pemerintah baru mengumumkan adanya deteksi varian baru corona dari Inggris pada Selasa (2/3) kemarin?


Kepala LBM Eijkman Prof Amin Soebandrio menjelaskan, untuk menemukan varian baru ini perlu ada whole genome sequencing di laboratorium dan memakan waktu beberapa minggu.


"Kasusnya sebenarnya kasus impor yang datang di Indonesia, dan datangnya bukan tadi malam. Datangnya beberapa minggu yang lalu. Karena berbagai prosedur baru terdeteksi ada dua kasus," kata Amin dalam diskusi daring yang disiarkan melalui kanal YouTube medcomid.


"Sejak beberapa minggu lalu Kemristek dan Litbangkes sudah bentuk tim untuk memperkuat dan mencari varian baru Inggris maupun yang lainnya, Afsel dan Brasil. Yang dilaporkan memiliki kemampuan menular lebih tinggi memang sengaja kami ingin cari," lanjut dia.


Tantangan yang harus dihadapi adalah kemampuan untuk mendapatkan sampel. Termasuk di antaranya mereka yang datang dari negara lain yang ada virusnya.


Namun, apakah kemunculan strain baru ini berpengaruh terhadap proses vaksinasi yang sedang dijalankan pemerintah?


Tim peneliti dari Universitas Padjadjaran (Unpad) tengah meneliti dan menguji efektivitas vaksin Sinovac terhadap varian corona asal Inggris tersebut. Sebab, diakui virus memang selalu mengalami mutasi secara alamiah dan tak dapat dicegah.


Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil langsung bertindak cepat usai mendengar dua warganya terinfeksi corona dengan varian asal Inggris. Setelah dilakukan penelusuran, pria yang akrab disapa Emil itu memastikan kedua orang itu sudah negatif COVID-19 berdasarkan swab PCR.


"Dua (orang) itu per hari ini sudah negatif, tapi kita tes berkali-kali untuk memastikan negatif dari virus varian baru," ujar Emil.


Ridwan Kamil mengatakan dua TKI yang tiba dari Arab Saudi itu masih diisolasi mandiri di rumah masing-masing.


Di sisi lain, pihaknya juga menerjunkan tim untuk melacak kontak tracing terhadap dua warga Karawang yang terinfeksi virus corona Inggris B.1.1.7 itu. Emil tidak ingin varian ini menulari lebih banyak orang lagi di Karawang dan Jawa Barat.


"Tim sedang melacak, mengisolasi tambahan, tracing testing lagi kepada kontak erat," tegas Emil.


Emil juga telah berpesan kepada Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana untuk serius menangani dua warganya tersebut. Ia meminta jangan sampai ada kecolongan, dan membuat strain ini menular secara lebih luas.


"Saya titip kepada Bupati Karawang, kepada Dandim, kepada Kapolres seluruh jajaran jangan sampai kecolongan, membesar kita akhirnya tidak bisa mengendalikan, mumpung baru kecil dan mungkin juga bisa ada hal-hal lain untuk segera kita deteksi," tutup Emil.


Mereka diketahui masing-masing berinisial M dan A, dan keduanya perempuan. M mendarat 28 Januari 2021, sementara A mendarat 31 Januari 2021. Keduanya juga dipastikan telah mengikuti aturan Satgas COVID-19 bagi para pelaku perjalanan luar negeri.(RK)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama