PARTAI PKS"Berharap Pilkada Serentak Diadakan Antara Tahun 2022 Atau 2023



RealitaKini.Com-Luwu,

Polemik Pilkada Serentak terus menjadi wacana perbincangan hangat,para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR-RI),Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Pemerintah Indonesia.


Pesta Demokrasi (pilkada serentak) terus bergulir dalam beberapa bulan terakhir dan belum ada sampai saat ini tentang pilkada serentak,apakah pesta demokrasi serentak akan dilaksanakan pada tahun 2022-2023 atau pilkada tersebut dilaksanakan secara serentak di tahun 2024. 


Salah satu Partai yang terus menyuarakan dan tetap komitmen dengan keputusan dan dengan berbagai pertimbangan,datang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).


Melalui situs resmi DPP PKS menjelaskan mengapa pilkada serentak harus dilaksanakan pada tahun 2022 atau tahun 2023 dan menolak pilkada serentak diselenggarkan tahun 2024 sebagai berikut:

1.Sistem Pelaksanaan

- Lebih ringan & fokus karena tidak bebarengan dengan Pemilu Serentak 2024.

-Pemaksaan” Pemilu & Pilkada Serentak 2024 berpotensi menimbulkan korban jiwa yang lebih besar dari Pemilu Serentak 2019 (894 Meninggal, 5.175 petugas dirawat di RS).


2. Sisi Demokrasi

-“Pemaksaan” Pilkada Serentak 2024, menyebabkan ada 272 penjabat Kepala Daerah (24 provinsi, 57 Kota, 191 Kabupaten) yang melaksanakan tugas secara definitif tapi bukan dipilih langsung masyarakat. Kondisi ini berpotensi membuat oligarki kekuasaan oleh Pemerintah.


3.Sisi Pemilihan 

-"Informasi yang didapat calon Pemilih terkait kapasitas & kapabilitas Calon Kepala Daerah akan lebih memadai.


“Pemaksaan” Pemilu & Pilkada Serentak 2024 berpotensi membuat preferensi calon pemilih lebih banyak menjadi transaksional dan emosional.


4.Sisi Anggaran

-Pemilu dan Pilkada Serentak lebih boros anggaran :

a) Pemilu 2014 (belum serentak): 24,8 Triliun

b) Pemilu 2019 (serentak): 25,12 triliun

c) Pemilu dan Pilkada 2024 (serentak): 112,5 T (86,3 T APBN + 26,2 T APBD).


Keempat point tersebut Fraksi Partai Keadilan Sejahtera berharap kepada seluruh penyenggara baik dari KPU,Pemerintah dan fraksi partai yang ada di DPR-RI memikirkan hal tersebut.


Sedangkan Anggota DPRD Kabupaten Luwu,Komisi III dari Fraksi PKS,Sulaeman Ishak,S.P menuturkan semoga pemerintah dan seluruh kompenen yang terlibat dalam pilkada serentak di Indonesia,agar berpikir lebih jauh dalam hal kehematan angggaran dan kemanusiaan,apalagi bangsa Indonesia saat ini,masih dilanda Pademi Covid19.


Lanjut"Sulaeman Ishak sangat setuju pilkada serentak diadakan pada tahun 2020 atau 2023.demi efesien waktu dan tenaga,bagi teman-teman pelaksana pilkada serentak dikarenakan tidak bersamaan ditahun yang sama pemilu .Ucapnya"Jumat,19/3/2021.(Bahrun)

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama