Masyarakat Desa Pao Menggelar Maccera Tasi Atau Pesta Laut

RealiaKini.Com-Luwu Utara,

Masyarakat Desa Pao Menggelar Maccera Tasi Atau Pesta Laut, Minggu 11 April 2021


Kepercayaan masyarakat Desa Pao,Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara pada upacara maccera Tasi atau Pesta Laut yaitu sebagai bentuk syukuran atas hasil laut yang didapatkan oleh masyarakat nelayan, perasaan suka cita karena limpahan rezeki yang telah diberikan Tuhan kepada masyarakat nelayan.


Hakikinya, pelaksanaan upacara adat maccera tasi secara filosofis diyakini masyarakat berfungsi untuk mengembalikan dan menguatkan semangat pada tubuh kasar nelayan sehingga semangat yang telah pergi akan kembali ke tubuh.


Di sisi yang lain, upacara adat maccera tasi merupakan perwujudan rasa kegembiraan, rasa syukur karena banyak hasil laut yang telah diberikan Tuhan kepada mastrakat nelayan. Tradisi lisan Maccera Tasi atau Pesta Laut adat memiliki kearifan lokal, dan nilai-nilai yang diyakini sudah menyatu dan merupakan perekat masyarakat adat, hal tersebut yang yang menjadi sumbangsih paling tinggi dalam pelaksanaannya


Acara Pesta Laut atau Maccera Tasi adalah salah satu manifestasi Budaya Luwu mengenai hubungan antara ummat manusia dengan “Yang Maha Pencipta” maupun dengan seluruh makhluk hidup dan lingkungan hidupnya di alam ini.


Demikianlah maka acara Pesta Laut atau Maccera Tasi ini adalah salah satu acara mengucapkan Doa Syukur atas nikmat dan rejeki dari hasil laut yang melimpah sebagai karunia dari Yang Maha Pencipta.


Acara ini dilakukan ditepi pantai tepat pada garis pantai pada saat pasang surut yang terjauh (Banana Pao) 


Tanpa merubah essensi dari acara Maccera Tasi atau Pesta Laut seperti tersebut diatas, maka setelah kedatangan Islam, aqidah maupun ritualnya telah disesuaikan dengan Aqidah dan Syariat Islam, sesuai dengan kaidah adat Luwu


“Pattuppui ri – Ade’E, Mupasanrei ri – Syara’E”, yang secara bebas berarti bahwa setiap tindakan dan kegiatan harus selalu didasarkan pada adat dan disandarkan pada syariat agama Islam.


Acara ini dimulai di pagi hari pada saat matahari terbit, dengan harapan semoga rejeki kita akan senantiasa naik seperti matahari pagi yang sedang naik diufuk Timur.(rahim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama