Ditreskrimsus Polda Sumbar Amankan Tiga orang Pelaku Penggunaan Kawasan Hutan Secara Tidak Sah

Realitakini.com-Sumbar 
Ditreskrimsus Polda Sumatera Barat  ada kan jumpa pers  terkait  perusakan dan penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pribadi. terungkapya kasus  perambahn hutan linsung di tertangkap tim gabungan Ditreskrimsus poda sumbar Balai Besar  TNKS dan tim penyidik Sporc Brigade Harimau Jambi  seksi wilayah IIBPPHLHK Sumatera Barat dalam rangka pengungkapan tindak pidana  penguna an kawasan hutan secara tidak sah di jorong  Pancuran Tujuh (Desa Bangun RejoNagari Lubuk Gadang Selatan kecamatan Sanger  Kabupatean solok Selatan provi sumatera Barat . 

Hal ini di ungkapkan oleh Humas polda sumbar yang di damping Kabit Ditreskrimsus Polda Sumbar Kombes Pol Joko Sadono kepala Dinas kehutan wiilayah II sumbar Ahmad Darwi saat jumpa pers tersebut  di lantai IV Mako Polda Sumbar,

 Lebuh lanjut  Kombes Pol Joko Sadonomengatakan ada empat tersangka yang ditangkap salah satunya yakni Er yang merupakan sebagai pemodal dan merekrut masyarakat setempat untuk bekerja di bawah perintahnya.Dan tersangka lain nya yang ikut di amankan adalah berinisial Roh, Su dan Rn yang merupakan kaki tangan dari orang suruhan nya yakni Er.

Para kawanan perambah ini di amankan di lokasi Jorong Pancurantujuh nagri lubuk gadang Kec Sangir, di wilayah Kabupaten Solok Selatan Sumbar Pada Kamis tanggal 3 Juni 2021.Pengakuan para tersangka ini melakukan perusakan untuk membuat perkebunan kopi dan alpukat dan sudah berjalan kurang lebih selama dua tahun.

Dari sekitar lokasi petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti mesin chain saw bermata rantai, kendaraan motor roda dua dan alat penyemprot dan bberapa alat lain nya yang di gunakan untuk merusak kawasan tanaman hutan di lokasi tersebut.

“wilayah tersebut adalah jalur pendakian ke lokasi Gunung Kerinci melalui jalur solok selatan yang sudah diresmikan oleh Pemda Setempat Yakni wilayah Solok Selatan”.

Sementara pasal disangkakan kepada para pelaku ini adalah pasal 36 angka 19 ayat 2 Jo Pasal 36 angka 17 ayat 2 huruf a UU RI nomor 11 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman pidana 10 tahun dan denda senilai Rp 7,5 miliar.

Kabid Wilayah II TNKS Sumbar Ahmad Darwis mengatakan para pelaku mengaku hanya membuka lahan di wilayah TNKS seluas 75 hektare tapi setelah dilihat dari citra satelit kawasan hutan yang telah rusak berkisar hampir seluas 300 hektar.

“Sebelum nya Kita tidak langsung lakukan penindakan namun sudah melakukan sosialisasi dan edukasi. Dan Aksi ini sudah mereka lakukan selama hampir dua tahun tapi mereka tetap melakukan dan akhir nya kita tindak bersama Polda Sumbar,” ujar nya( W/RK).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama