Malaysia Akan Menghentikan Penggunaan Vaksin Sinovac Asal China Dan Beberapa Negara Bebas Masker,Kini Mengalami Kelonjakan Covid-19

Ilustrasi

RealitaKini.Com,

Beberapa waktu berlalu,dunia kembali mengalami lonjakan kasus COVID-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti varian Delta yang sangat mudah menular dan kini sudah terdeteksi di 111 negara.


Bagaimana dengan kondisi negara yang sudah bebas masker? Berikut rangkumannya seperti dikutip dari BBC pada Kamis (15/7/2021)


Beberapa negara di dunia sebelumnya dilaporkan sudah mencabut aturan wajib masker dan melonggarkan pembatasan sosial. Negara-negara tersebut menganggap sudah bisa mengendalikan wabah COVID-19 dengan melihat data kasus harian yang rendah.


Hingga kemudian varian Delta muncul dan kasus COVID-19 kembali meningkat.


Negara Israel mencatat kasus tertinggi dalam empat bulan terakhir pada hari Selasa (13/7/2021), dengan 754 kasus baru.


Belanda dilaporkan mulai melonggarkan kebijakan pembatasan pada akhir Juni 2021. Masker ditinggalkan dan para pemuda didorong untuk keluar rumah.


Diposisi kedua sejak saat itu kasus COVID-19 di Belanda meroket, mencapai tingkat tertinggi sejak Desember tahun lalu. Karena derasnya kritikan, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte akhirnya meminta maaf dan kembali menerapkan kebijakan pembatasan.


Korea Selatan (Korsel) jadi salah satu negara pertama di Asia yang dianggap berhasil mengendalikan pandemi. Pada bulan Juni Korsel mengumumkan orang yang sudah divaksinasi tidak lagi wajib memakai masker dan bisa berkumpul.


Sedangkan posisi ketiga,Kini Korsel menghadapi lonjakan kasus COVID-19 terburuk yang pernah dialami. Korsel mencatat rekor kasus harian baru tertinggi sepanjang pandemi yaitu 1.615 pada Kamis (14/7/2021).


Akhirnya pemerintah kembali menerapkan pembatasan. Di Ibu Kota Seoul, orang-orang dilarang bertatap muka dengan lebih dari satu orang pada jam 18.00 ke atas.


Negara Swedia,Amerika Serikat dan Australia berada masuk lima besar yang meningkat kasus Covid-19.yang sebelumnya sudah bebas masker tapi peningkatan Virus Covid-19 meningkat lagi.

Update virus corona Covid-19 dari Worldometers pada Jumat (16/7/2021) pukul 06.00 WIB, virus penyebab Covid-19 telah menginfeksi 189.685.582 (189 juta) orang di dunia. 


Dari jumlah tersebut, sebanyak 173.120.539 kasus telah dinyatakan sembuh, namun 4.082.297 orang meninggal dunia. 


Angka penularan Covid-19 di Indonesia masih mengalami lonjakan dalam beberapa pekan terakhir. Berikut ini daftarnya:update pada Kamis (15/7/2021):


Kasus positif harian: 56.757 orang

Pasien sembuh harian: 19.049 orang

Korban meninggal harian: 982 orang

Update total kasus Covid-19 di Indonesia sejak pandemi Maret 2020: 


Jumlah total kasus positif: 2.726.803 orang

Jumlah total pasien sembuh: 2.176.412 orang

Jumlah total korban meninggal: 70.192 orang. 


Sedangkan pemerintah Malaysia, melalui Kementerian Kesehatan Malaysia mengatakan mereka akan berhenti memberikan vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac, China, setelah pasokannya berakhir.


Alasannya, mereka mengaku mempunyai jumlah vaksin lain telah cukup untuk memenuhi program vaksinasi nasional.


Pengumuman pemberhentian penggunaan vaksin Sinovac datang di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kemanjuran vaksin tersebut terhadap varian baru dan lebih menular dari virus corona.


Melansir CNA, pemerintah Negeri Jiran telah mengamankan sekitar 45 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech.


Jumlah tersebut cukup untuk mencakup 70 persen populasi, dibandingkan dengan 16 juta dosis suntikan Sinovac.


“Sekitar setengah dari 16 juta (vaksin Sinovac) sudah didistribusikan, jadi sisanya akan digunakan untuk menutupi dosis kedua,” ujar Menteri Kesehatan Adham Baba.


Bagi warga yang belum divaksinasi, lanjut Adham, akan menerima suntikan dengan vaksin Pfizer.(*)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama