Oknum Satpol-PP Pemda Gowa"Diduga Melakukan Tindakan Kekerasan,Diancam 5 Tahun Penjara

RealitaKini.Com-Gowa,

Polres Gowa menggelar keterangan pers atas dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum Satpol Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gowa, di Polres Gowa, Kamis (15/7/2021) sore.


Dalam keterangannya, Kapolres Gowa AKBP Tri Gofaruddin menyebut, atas dugaan tindakan penganiayaan kepada pemilik cafe Ivan Riana di Warkop Ivan Riana Jl. Poros Panciro Desa Panciro Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa, oknum Satpol PP berinisial MR jika terbukti bisa dipersangkaan dengan pasal 351 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.


Dugaan penganiayaan papar Kapolres, dilakukan kepada Nur Halim (26) sebagai pemilik tempat usaha dan Amriana (34) yang merupakan istri pemilik usaha. Keduanya dari hasil visum, mengalami memar di bagian pipi sebelah kanan.


Terkait modus, Kapolres menjelaskan, dari pemeriksaan terhadap terduga pelaku melakukan penganiayaan karena emosi dan tidak terima atas jawaban kedua korban, sehingga kemudian melakukan penganiayaan.


Terkait modus, Kapolres menjelaskan, dari pemeriksaan terhadap terduga pelaku melakukan penganiayaan karena emosi dan tidak terima atas jawaban kedua korban, sehingga kemudian melakukan penganiayaan.


Kasubag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan membeberkan kronologis kejadian berdasarkan hasil pemeriksaan awal, insiden ini berawal kedua korban live jualan online pada Rabu, 14 Juli 2021.


Korban menjelaskan sementara live jualan online lalu memperlihatkan kamera dan acara live. Petugas lalu keluar dan memohon maaf.


Namun pada pukul 20.40 wita terduga pelaku bersama satu rekannya kembali ke dalam café menggunakan seragam Satpol PP dan menanyakan surat ijin usaha kafe dengan nada marah lalu mempermasalahkan pakaian yang digunakan korban.


Dari kejadian tersebut, diamankan barang bukti berupa rekaman CCTV dari tempat usaha, 2 lembar hasil Visum Et Refertum (VER), dan 1 buah bangku bentuk tabung warna hitam terbuat dari baja ringan/seng.


Pemukulan yang dilakukan oknum Satpol PP Kabupaten Gowa kepada pasangan suami istri pemilik cafe saat melakukan pemantauan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di salah satu wilayah di daerah Panciro, mendapat tanggapan keras dari Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.


Adnan menyebut secara tegas tidak mentolerir tindak kekerasan yang dilakukan oknum Satpol PP Kabupaten Gowa tersebut. Dan insiden yang terjadi diserahkan kepada pihak kepolisian karena telah masuk ke dalam ranah hukum.


Saya menyerahkanPemukulan yang dilakukan oknum Satpol PP Kabupaten Gowa kepada pasangan suami istri pemilik cafe saat melakukan pemantauan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di salah satu wilayah di daerah Panciro, mendapat tanggapan keras dari Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.


Adnan menyebut secara tegas tidak mentolerir tindak kekerasan yang dilakukan oknum Satpol PP Kabupaten Gowa tersebut. Dan insiden yang terjadi diserahkan kepada pihak kepolisian karena telah masuk ke dalam ranah hukum.


Saya menyerahkan kasus itu untuk ditindaklanjuti pihak kepolisian.tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan apalagi itu dilakukan oleh perangkat pemerintahan. Sejak video ini beredar semalam, saya sudah instruksikan Inspektorat untuk menindaklanjuti,” tegas putra mendiang mantan Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo, setelah menerima begitu banyak pertanyaan tentang sikapnya terkait insiden tersebut.


Saya selalu katakan kedepankan sikap humanis tapi tetap tegas. Tapi jangan artikan tegas itu untuk bertindak kasar. Karena apapun yang berkaitan dengan kekerasan, tidak dapat dibenarkan. Segala tindakan yang tidak sesuai SOP penertiban tak akan saya tolerir. Di masa sulit seperti ini, semua mesti menahan diri dan bekerjasama,” jelasnya, Kamis (15/7/2021).Ucap"Bupati Gowa


Sedangkan Kasatpol PP Gowa, Alimuddin Tiro didampingi Kadis Kominfo, Statistik dan Persandian, Arifuddin Saini, dalam keterangan pers terkait insiden ini di Baruga Karaeng Galesong, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak terkhusus korban dan keluarganya.


“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak dan keluarga korban atas insiden ini. Seharusnya memang tidak terjadi seperti hal seperti ini. Karena pak bupati dalam setiap kesempatan selalu menekankan untuk.

 

Alimuddin Tiro didampingi Kadis Kominfo, Statistik dan Persandian, Arifuddin Saini, dalam keterangan pers terkait insiden ini di Baruga Karaeng Galesong, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak terkhusus korban dan keluarganya.


“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak dan keluarga korban atas insiden ini. Seharusnya memang tidak terjadi seperti hal seperti ini. Karena pak bupati dalam setiap kesempatan selalu menekankan untuk selalu mengedepankan sisi humanis dalam bersikap dan profesionalisme dalam bekerja. Untuk insiden ini, kami akan melakukan penyidikan termasuk kepada oknum Satpol PP,” jelas Alimuddin.(*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama