Kapolda Sumsel"Dicopot Atas Prank Sumbangan Dari Keluarga Akidi Tio


RealitaKini.Com,

Kapolda Sumatra Selatan (Sumsel) Irjen Pol Prof Eko Indra Heri menjadi korban dugaan prank sumbangan Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio untuk penanganan COVID-19.

Eko merupakan orang yang diamanahkan sumbangan dari keluarga Akidi Tio.

Belakangan, terungkap sumbangan itu ternyata fiktif. Akhirnya Polda Sumsel menetapkan anak bungsu Akidi Tio, Heriyanti, menjadi tersangka dalam kasus tersebut. 

Pria kelahiran Palembang pada 23 November 1964 ini sebelumnya menjabat Asisten Kapolri Bidang SDM di tahun 2018.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan telegram terkait mutasi para Kapolda.

Salah satunya Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri.

Mutasi tersebut tertuang dalam nomor ST/1701/VIII/KEP2021 yang diteken AsSDM Kapolri Irjen Pol Wahyu Widada, Selasa (25/8) kemarin.

Tak hanya itu, sosok Akidi Tio yang disebut-sebut sebagai pengusaha berbagai bidang juga sulit ditemukan profilnya.

Bahkan para pengusaha di Kadin juga tak kenal dengan Akidi Tio.

Beberapa hari ditunggu, sumbangan tak kunjung ditransfer. Akhirnya, Polda Sumsel menangkap anak Akidi Tio, Heryanti Tio.

Dia diperiksa untuk menjelaskan bagaimana kelanjutan sumbangan itu tersebut.

Tak lama kemudian, muncul bilyet Bank yang tertulis Rp 2 triliun untuk sumbangan ini.

PPATKK lalu turun tangan menelusuri kebenaran dan keabsahan bilyet itu. Akhirnya diketahui itu bilyet kosong.

Polri lalu menurunkan tim internal dari Itwasum Polri dan Paminal Div Propam Polri untuk mendalami kejadian ini.

Tim lalu menyampaikan laporan ke Kapolri terkait hasil pemeriksaan terhadap Kapolda Sumsel.

Perjalanan karir beliau,Jebolan Akademi Kepolisian tahun 1988 itu juga sempat menempati posisi-posisi penting lainnya, seperti Kasat/Pidum Dit Reskrim Polda Sumsel (2003), Kapolres Lahat (2005) dan Kapolres Demak (2007).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama